Zainab binti Ali: Sang Singa Betina dari Karbala

Suatu hari, Dr. Amineh Hoti sedang berada di kantornya di Komisi Pendidikan Tinggi Pakistan. Pegawai baru di samping ruangannya datang dan mengucapkan salam. Memakai peci dan berjanggut, pegawai itu nampak heran dengan seorang wanita yang bekerja di lembaga pemerintahan. “Apa yang kamu lakukan?” katanya. Dr. Aminah mengatakan bahwa dia sedang mengerjakan sistem pendidikan Seerat yang mengajarkan perdamaian dan persatuan. Tapi tiba-tiba, pria itu berkata, “Syiah itu kafir.”

Lanjutkan membaca “Zainab binti Ali: Sang Singa Betina dari Karbala”

Lantunan Bassim Al-Karbalaei bagi Pecinta Ahlulbait

Setiap memasuki bulan Muharam, suara lantunan pembaca eulogi semakin rutin terdengar. Pujian, penghormatan, serta sanjungan kepada ahlulbait dan pecintanya dilantangkan. Rangkaian syair dan iramanya menyentuh kalbu sekaligus membangkitkan girah. Salah satu dari sekian pembaca pujian atau maddahi itu adalah Bassim Ismail Muhammad-Ali Al-Karbalaei.

Lanjutkan membaca “Lantunan Bassim Al-Karbalaei bagi Pecinta Ahlulbait”

Ratapan Duka Pengikut Ahlusunah di Bulan Muharam

Obaid Zia adalah suni. Keluarganya juga suni. Mereka semua mencintai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali. Mereka mengimaninya sebagai khulafaur rasyidin. Mereka percaya Aisyah sebagai teladan bagi istri nabi saw. Itulah keyakinan mereka; dan mereka bukanlah pengikut Syiah. Sebagai muslim, mereka mencintai nabi saw. dan mencintai orang-orang yang dicintai oleh nabi saw. Lanjutkan membaca “Ratapan Duka Pengikut Ahlusunah di Bulan Muharam”

John: Kisah Heroik Mualaf Afrika di Perang Karbala

Bagaimana John, mualaf asal Afrika, bisa berjuang bersama cucu nabi di Karbala, Irak? Kisah bermula dari awal dakwah Rasulullah saw. di Mekah yang menghadapi perlawanan sengit kelompok musyrik. Satu per satu pengikut Rasulullah dibunuh. Melihat risalah dan ajaran Islam mendapatkan perlawanan di tanah kelahiran, Rasulullah mengutus Jafar bin Abi Thalib hijrah ke Ethiopia. “Di sana engkau akan bertemu raja Nasrani yang baik. Sampaikanlah firman Allah.”

Lanjutkan membaca “John: Kisah Heroik Mualaf Afrika di Perang Karbala”

Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad

Berapa jumlah terbanyak umat muslim yang mendatangi Mekah pada musim haji bulan Zulhijah? Hanya sekitar tiga juta orang. Dua bulan setelahnya di bulan Safar, puluhan juta manusia mengarahkan diri mereka ke kota Karbala, Irak. Lima tahun lalu, angka pengunjungnya masih sekitar 10 juta orang. Tapi kini pada tahun 2014, jumlahnya diperkirakan meningkat melebihi 20 juta manusia seolah sebagai bentuk aksi menantang terorisme ISIS. Mengapa jumlahnya bisa melebihi peziarah haji? Lanjutkan membaca “Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad”

Brahmana Hindu dan Imam Husain di Karbala

Ketika tersiar kabar para teroris salafi berencana untuk menyerang makam Imam Husain di Karbala, surat kabar India Sahafat (Mumbai, 27 Juni 2014) melaporkan bahwa lebih dari 125 penganut agama Hindu bergabung bersama ribuan suni dan pengikut Syiah yang telah mendaftarkan nama mereka untuk berkunjung ke Karbala, Irak, demi melindungi makam Husain bin Ali.[1] Siapa dan mengapa pemeluk agama Hindu membela cucu Nabi Muhammad saw?
Lanjutkan membaca “Brahmana Hindu dan Imam Husain di Karbala”

Cerita di Balik Lukisan Masyhur “Malam Asyura”

Hampir semua orang Syiah pernah melihat atau bahkan menyimpan gambar dari lukisan mengenai peristiwa Karbala. Berlatarkan gurun panas kecoklatan dan seekor kuda putih yang sedang dipeluk oleh beberapa wanita berjubah hitam, lukisan ini selalu hadir di bulan Muharam baik menjadi latar sebuah poster, t-shirt, atau sampul buku. Lukisan dengan judul asli The Evening of Ashura tersebut merupakan salah satu mahakarya Mahmoud Farshchian, seorang maestro miniatur dan lukisan Persia, yang karya-karyanya telah ditampilkan di berbagai museum dan pameran dunia.

Lanjutkan membaca “Cerita di Balik Lukisan Masyhur “Malam Asyura””

Mengapa Perawat Harus Meneladani Cucu Nabi Ini?

Banyak hal yang membuat cucu nabi yang satu ini layak untuk menjadi teladan bagi para perawat atau suster. Pertama, namanya adalah Zainab yang secara bahasa berarti “penghias ayahnya”. Saat Zainab berusia 35 tahun, dia merawat ayahnya yang ditebas dengan pedang beracun oleh orang munafik. Zainab belajar bagaimana merawat dari ayahnya, Ali bin Abi Thalib. Ali saat itu merawat istrinya, Fatimah binti Muhammad, yang pergi meninggalkan Zainab dalam usia 7 tahun. Lanjutkan membaca “Mengapa Perawat Harus Meneladani Cucu Nabi Ini?”

Pesan untuk Pembunuh Peziarah Karbala

Hampir setiap tahun di bulan suci Muharam seperti saat ini, atau di saat peringatan Asyura dan Arbain, para teroris meledakkan bom di tengah-tengah peziarah Imam Husain bin Ali. Semua bom ini diledakkan di area berpenduduk Syiah. Meskipun tinggal di sebuah negara dengan mayoritas penduduknya adalah Syiah, mereka tetap wafat karena sebuah keyakinan. Lanjutkan membaca “Pesan untuk Pembunuh Peziarah Karbala”