Ternyata, Tata Cara Salat Syiah dan Suni Sama Saja!

Pada tahun 1982, Ahmed Deedat datang ke Iran. Kristolog terkenal itu diundang dalam acara ulang tahun revolusi Islam Iran yang ketiga. Pulang dari sana, Deedat banyak bercerita. Cerita tentang pentingnya belajar dari negara Iran. Negara yang rakyatnya baru berjuang meruntuhkan sebuah kekaisaran berusia ribuan tahun 🏰 Belum tuntas perjuangan, digempur lagi oleh serangan Irak. Tapi mereka berhasil bangkit 💪🏼

Lanjutkan membaca “Ternyata, Tata Cara Salat Syiah dan Suni Sama Saja!”

Dilema Suni-Syiah (7): Islam Lebih Utama

Raya Shokatfard kembali ke Amerika Serikat dengan semangat baru untuk melanjutkan penelitiannya tentang suni-Syiah. Semangat yang muncul karena buku-buku dari Iran telah tiba. Tapi semangatnya itu dihentikan oleh propaganda media terhadap Islam yang semakin agresif selepas tragedi 11 September. Setiap hari, televisi menayangkan: muslim adalah musuh dan Amerika Serikat diisi orang-orang baik. Raya sadar meski mereka menyerang Taliban, tapi sebenarnya mereka menyerang Islam. Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (7): Islam Lebih Utama”

Dilema Suni-Syiah (2): Harga Sebuah Perceraian

Tidak sedikit yang mengira Islam di Atas Mazhab hanyalah blog yang mengkampanyekan mazhab Syiah. Dilema Suni-Syiah merupakan kisah Raya Shokatfard, wanita asal Iran, yang berusaha mencari tahu kebenaran di antara kedua mazhab. Pada bagian awal, Raya mengorbankan pernikahannya untuk menyelidiki mengenai mazhab yang dianut keluarganya turun-temurun: Syiah. Mazhab apakah yang Raya pilih: tetap menjadi suni atau kembali pada Syiah? Lanjutkan membaca Dilema Suni-Syiah (2): Harga Sebuah Perceraian

Beri peringkat:

Yuk! Belajar Persatuan Suni-Syiah ke Negeri Oman

Siapa bilang negara di Timur Tengah identik dengan perang dan terorisme? Satu-satunya negara di Timur Tengah dengan angka nol dalam Indeks Terorisme Global 2016 adalah Kesultanan Oman.[1] Itu artinya, di negara tersebut “tidak ada pengaruh terorisme”. Oman menjadi salah satu negara paling aman di dunia. Memang, ada perbedaan komposisi muslim di sana. Kalau kebanyakan negara mayoritas muslim jumlah suni dan Syiah saling berhadapan, di Oman mayoritas bermazhab Ibadhi. Lanjutkan membaca “Yuk! Belajar Persatuan Suni-Syiah ke Negeri Oman”

‘Pernikahanku dengan Orang Syiah Tidak Membutuhkan Opinimu’

Tuscany Bernier tidak pernah bertemu dengan muslim seumur hidupnya ketika memutuskan untuk memeluk agama Islam pada usia 19 tahun. Semua berawal dari Twitter, ketika wanita asal Malaysia berkicau tentang betapa bahagianya dia menjadi muslim. “Tidakkah dia tahu kalau wanita muslim itu tertindas?” ujar Tuscany. Sadar tidak tahu apapun tentang Islam, Tuscany segera keluar rumah dan berkendara selama satu jam. Tujuannya? Membeli Alquran pertamanya. Lanjutkan membaca “‘Pernikahanku dengan Orang Syiah Tidak Membutuhkan Opinimu’”

Perjuangan Cinta Penganut Syiah dan Suni

Romeo dan Juliet atau Layla dan Majnun telah dikenang abadi. Begitu juga dengan Zakia dan Mohammad Ali. Zakia adalah seorang Tajik bermazhab ahlusunah, sementara Ali adalah seorang Hazara bermazhab Syiah. Keluarga Zakia menentang hubungan mereka berdua atas dasar budaya, etnik, dan agama. Ayah, ibu, dan sepupunya rela mengorbankan harta dan nyawa mereka untuk memburu dan membunuh Zakia dan Ali karena kejahatan yang mereka dilakukan: jatuh cinta. Lanjutkan membaca “Perjuangan Cinta Penganut Syiah dan Suni”

Bagaimana Konflik Suni-Syiah di Dunia Twitter?

Jumlah korban tewas di Irak, Suriah, dan Yaman meningkat. Begitu juga dengan tema sektarianisme di dunia Twitter. Suara ekstrimisme menguat dan kampanye kebencian menyebar cepat. Media sosial menjadi ruang bagi aktivitas dan komunikasi lintas sektarian. Analisis terhadap lebih dari 7 juta kicauan ‘tweet’ berbahasa Arab sejak Februari hingga Agustus 2015 dilakukan. Hasilnya? Aksi kekerasan dan struktur jejaring sosial memainkan peran penting dalam penyebaran sektarian dan anti-sektarian di Twitter.
Lanjutkan membaca “Bagaimana Konflik Suni-Syiah di Dunia Twitter?”

Mengintip Kehidupan Salafi di Mesir

Serangan mematikan di Paris dan Beirut, termasuk jatuhnya pesawat Rusia, merupakan bukti usaha kelompok ekstrimis untuk meneror dan menyebarkan kekacauan. Kelompok yang dikenal dengan nama ISIS ini merupakan bagian dari gerakan ultraortodoks salafi; sebuah kelompok yang berkembang dalam Islam ahlusunah namun ajaran-ajarannya telah diselewengkan oleh ISIS sebagai dalih bagi banyaknya serangan terorisme hari ini. Lanjutkan membaca “Mengintip Kehidupan Salafi di Mesir”

Menjembatani Suni-Syiah Melalui Anak-Anak

“Kalau kita membunuh satu orang sama seperti membunuh seluruh umat manusia. Tapi ISIS membunuh orang-orang seperti membunuh semut!” kata Sofia, 8 tahun. Niamh, 10 tahun, menimpali, “Aku rasa mereka ingin membuat suni-Syiah semakin bermusuhan.” Kedua sahabat ini hangat berdiskusi. Heran dengan konflik sektarian di antara umat Islam, mereka mencoba melacak sejarah masa lalu yang menyebabkan umat Islam masa kini memiliki mental saling membunuh. Pikiran dan hati yang masih bersih dari ego dan pengaruh luar, membawa mereka menelusuri mengapa sejarah menciptakan sejumlah umat Islam bermental pembenci dan pembunuh. Lanjutkan membaca “Menjembatani Suni-Syiah Melalui Anak-Anak”