Menteri Agama Angkat Bicara tentang Syiah

November 2014, sebuah ormas bernama Ahlulbait Indonesia menggelar muktamar kedua mereka di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama. Tak senang, kelompok intoleran melalui media-medianya mengecam. Mereka mempertanyakan sikap Menteri Agama dan menaruh curiga jika lembaga yang dipimpinnya telah diperalat. Padahal dalam beberapa kali kesempatan, menteri sudah menegaskan bahwa posisi Menteri Agama adalah menteri bagi semua agama, termasuk yang minoritas.[1] Lanjutkan membaca “Menteri Agama Angkat Bicara tentang Syiah”

Menjembatani Suni-Syiah Melalui Anak-Anak

“Kalau kita membunuh satu orang sama seperti membunuh seluruh umat manusia. Tapi ISIS membunuh orang-orang seperti membunuh semut!” kata Sofia, 8 tahun. Niamh, 10 tahun, menimpali, “Aku rasa mereka ingin membuat suni-Syiah semakin bermusuhan.” Kedua sahabat ini hangat berdiskusi. Heran dengan konflik sektarian di antara umat Islam, mereka mencoba melacak sejarah masa lalu yang menyebabkan umat Islam masa kini memiliki mental saling membunuh. Pikiran dan hati yang masih bersih dari ego dan pengaruh luar, membawa mereka menelusuri mengapa sejarah menciptakan sejumlah umat Islam bermental pembenci dan pembunuh. Lanjutkan membaca “Menjembatani Suni-Syiah Melalui Anak-Anak”

Marmoulak Mencari Jalan Menuju Tuhan

Ironi adalah ketika film Iran pertama yang saya lihat di negaranya langsung justru film yang saat ini sudah dilarang. Meskipun film ini ber-genre komedi—bahkan terlalu lucu untuk dikategorikan sebagai komedi—film ini tetap memberikan pesan-pesan bermanfaat, sebagaimana kebanyakan film Iran lainnya. Tidak perlu menampilkan adegan seksual, kekerasan, atau bahasa tidak pantas sebagaimana biasanya dipentaskan film Hollywood, film ini tetap mampu menampilkan tujuan untuk mengotokritik masyarakat Iran.[1] Ketika pertama kali ditayangkan di Festival Film Fajr 2004, penonton rela antri berjam-jam untuk menyaksikan film yang telah mendapatkan berbagai penghargaan. Mengalami penundaan selama beberapa bulan dan sensor, film ini tetap tidak bisa menghindari pelarangan.
Lanjutkan membaca “Marmoulak Mencari Jalan Menuju Tuhan”

Sahabat Nabi Terpilih Berada di Karbala

Sebenarnya, anggapan bahwa Syiah memusuhi sahabat nabi saw. sulit diterima oleh kenyataan dan akal sehat. Jumlah sahabat nabi yang begitu banyak tidak bisa dijadikan sandaran tuduhan terhadap Syiah. Sebut saja nama-nama seperti Salman dan Abu Dzar r.a. di antara sahabat nabi yang begitu dihormati oleh pengikut Syiah. Bukankah juga Ali bin Abi Thalib dan Husain bin Ali, yang meskipun mereka bagian dari keluarga dan tidak bisa disamakan dengan sahabat lain, dalam definisi umum tetap dianggap sebagai sahabat? Begitu juga dengan sejarah yang merekam bahwa di antara sahabat nabi ada turut berjuang di medan Karbala. Lanjutkan membaca “Sahabat Nabi Terpilih Berada di Karbala”

Wanita Karier Menurut Khamenei

Ada banyak hal yang bisa kita bicarakan terkait masalah keluarga. Namun kita perlu membedakan peran seorang wanita antara sebagai istri dan ibu. Dalam sebuah keluarga, seorang wanita dapat memainkan peran luar biasa sebagai istri meskipun dia tidak berperan sebagai seorang ibu. Ada seorang wanita yang tidak bisa atau belum ingin melahirkan seorang bayi, namun dia tetap seorang istri. Kita tidak boleh meremehkan peran seorang istri.

Seorang pria yang ingin bermanfaat di masyarakat harus memiliki istri yang baik di rumah, jika tidak maka pria tersebut tidak akan bermanfaat di masyarakat. Kami menguji gagasan ini pada masa revolusi dan setelah kemenangan revolusi. Para pria yang mendapat dukungan istri akan tetap teguh selama revolusi dan mereka tetap melanjutkannya di jalan yang benar setelah kemenangan revolusi. Tentu, hal sebaliknya juga terjadi.
Lanjutkan membaca “Wanita Karier Menurut Khamenei”

Wanita dan Surga dalam Islam

Oleh: Imran N. Hosein

Revolusi feminisme sekuler bangkit di dunia dari Barat dengan agenda utama untuk membebaskan wanita dari “belenggu” zaman yang secara total mengubah status, peran dan fungsinya dalam masyarakat. Hal tersebut membalikkan pesan suci dan religius masa lalu sedemikian rupa sehingga matahari saat ini seolah terbit dari barat.

Sekularisme mengarah pada materialisme yang akhirnya menolak realitas wanita selain realitas materialnya, fisiknya. Konsekuensinya, wanita muda yang cantik menjadi dewi zaman ini. Tapi dia menjadi dewi yang tidak malu untuk dieskploitasi dalam iklan untuk menjual apapun. Dia menjadi sesuatu yang dinikmati, dieksploitasi, dilecehkan, direndahkan dan dibuang ketika kecantikan fisik dan daya tarik seksualnya mulai berkurang. Lalu sejumlah anak sekolah akan berlomba-lomba menggantikannya.
Lanjutkan membaca “Wanita dan Surga dalam Islam”

Membunuh Islam Atas Nama Islam

Saya hanya kuat beberapa detik melihat video pembunuhan keji atas nama Allahuakbar tersebut, setelah itu saya coba sampaikan tulisan ini. Saya berusaha menuliskannya dalam kondisi aliran darah yang tidak stabil. Dalam kondisi mata menangis, membayangkan Rasulullah saw. yang “berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS. 9: 128). Perhatikan kalimat tersebut. Rasul merasa berat, sedih karena penderitaan umatnya, padahal manusia yang paling mendapat ujian besar adalah beliau!

Kalian yang membenci kelompok lain atas nama agama tahu betapa Rasul mendapat perlakuan yang tak kalah keji; tak seorangpun sanggup menerima. Mulai dari cercaan, tuduhan gila, tukang sihir, hingga gangguan fisik, jebakan duri di jalanan, timpukan batu dan kotoran, gigi yang patah dan darah yang mengalir dari tubuh sucinya. Ketika nabi-nabi sebelumnya mendapat ujian, mereka memohon kepada Allah menurunkan azabnya. Tapi Rasulullah mengatakan mereka itu hanyalah orang-orang yang tidak mengetahui. Apa yang rasul bangun selama ini, beberapa bagiannya runtuh oleh orang yang mengaku pengikutnya.
Lanjutkan membaca “Membunuh Islam Atas Nama Islam”

Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?

Lama tidak berkunjung ke situs hakekat.com, saya mendapat kejutan dari salah satu artikelnya yang berjudul “Imam Maksum Shalat Sambil Mabok?” Dari judulnya, saya bisa pahami bahwa tujuannya adalah menjatuhkan derajat imam ahlulbait yang menurut mazhab Syiah adalah maksum. Menurut Syiah, para nabi sebagai pengemban risalah Allah Swt. dan para imam ahlulbait sebagai penjaganya haruslah terhindar dari kesalahan.

Hal ini berbeda dengan pendapat ahlusunah yang menganggap nabi dan imam ahlulbait tidak terlepas dari melakukan kesalahan. Pendapat ini terkesan menjadi paradoks ketika seringkali situs hakekat.com membela mati-matian sahabat nabi yang seluruhnya adil dan nyaris tanpa cacat. Dikatakan bahwa mereka yang mencela sahabat bisa menjadi kafir. Tapi justru, situs hakekat.com terang-terangan mencela sahabat nabi.
Lanjutkan membaca “Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?”

Keharaman Menghina Istri dan Sahabat Nabi

Sangat layak untuk dibaca dan dijadikan sebagai bahan renungan (khususnya muqallid Sayid Ali Khamenei dan pengikut mazhab Syiah umumnya) sekaligus alasan untuk mengevaluasi diri kita masing dalam melaksanakan taklif terutama dalam bidang dakwah dan interaksi antarsesama. Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Spiritual dari Iran, menerbitkan sebuah fatwa yang mengharamkan perlakuan buruk terhadap istri Nabi, Ummulmukminin Aisyah dan melecehkan simbol-simbol (tokoh-tokoh yang diagungkan) ahlusunah waljemaah. Lanjutkan membaca “Keharaman Menghina Istri dan Sahabat Nabi”