Dalam Dekapan Sahih Bukhari

Telaga itu luas, sebentang Ailah di Syam hingga Sana’a di Yaman. Di tepi telaga itu berdiri seorang lelaki. Rambutnya hitam, disisir sepapak daun telinga. Dia menoleh dengan segenap tubuhnya, menghadap hadirin dengan sepenuh dirinya. Dia memanggil-manggil. Seruannya merindu dan merdu. “Marhabban ayyuhal insân! Silakan mendekat, silakan minum!” Lanjutkan membaca “Dalam Dekapan Sahih Bukhari”

Nihal Ahmad Khan

Cerita Persahabatan Penganut Syiah dan Suni

Tumbuh di wilayah utara New Jersey pada akhir tahun 90-an, keluargaku mulai menjalin persahabatan dengan sebuah keluarga Syiah Bohra yang tinggal tidak jauh dari tempat kami. Meskipun perbedaan teologis di antara suni dan Syiah yang membuat dua kelompok ini terpisah sudah dimaklumi bersama, keluarga kami tetap kompak dan menjadi sangat dekat; terlebih putra mereka yang bernama Murtaza seusia denganku dan kami pergi ke sekolah bersama. Lanjutkan membaca “Cerita Persahabatan Penganut Syiah dan Suni”

Pesan Ulama Syiah tentang Ahlusunah

Kepemimpinan (imâmah) merupakan poros dalam kehidupan beragama dalam Islam. Bedanya, kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari akidah Syiah, tapi tidak secara eksplisit oleh ahlusunah. Kehadiran pemimpin atau imam penting untuk menjaga risalah agama yang telah disampaikan oleh para nabi. Dalam kondisi seperti saat ini, para imam ahlulbait yang diyakini oleh Syiah telah menyampaikan nasihat khususnya yang ditujukan kepada kaum awam. Lanjutkan membaca “Pesan Ulama Syiah tentang Ahlusunah”

Membawa Manfaat Pertemanan ke Akhirat

“Hai, teman. Apa kabarmu hari ini? Bagaimana, semua kegiatan hari ini? Lancar, kan?” Kita sering kali bertemu, berbicara, menghabiskan waktu bahkan biaya bersama dan untuk teman-teman, laki-laki atau perempuan, apapun latar belakang pendidikan bahkan apapun agama yang dianutnya. Tapi di sisi lain, kita tahu bahwa dunia tempat kita berinteraksi dengan teman-teman bukan dunia yang kekal. Lanjutkan membaca “Membawa Manfaat Pertemanan ke Akhirat”

Pesan untuk Pembunuh Peziarah Karbala

Hampir setiap tahun di bulan suci Muharam seperti saat ini, atau di saat peringatan Asyura dan Arbain, para teroris meledakkan bom di tengah-tengah peziarah Imam Husain bin Ali. Semua bom ini diledakkan di area berpenduduk Syiah. Meskipun tinggal di sebuah negara dengan mayoritas penduduknya adalah Syiah, mereka tetap wafat karena sebuah keyakinan. Lanjutkan membaca “Pesan untuk Pembunuh Peziarah Karbala”

Sahabat Nabi Terpilih Berada di Karbala

Sebenarnya, anggapan bahwa Syiah memusuhi sahabat nabi saw. sulit diterima oleh kenyataan dan akal sehat. Jumlah sahabat nabi yang begitu banyak tidak bisa dijadikan sandaran tuduhan terhadap Syiah. Sebut saja nama-nama seperti Salman dan Abu Dzar r.a. di antara sahabat nabi yang begitu dihormati oleh pengikut Syiah. Bukankah juga Ali bin Abi Thalib dan Husain bin Ali, yang meskipun mereka bagian dari keluarga dan tidak bisa disamakan dengan sahabat lain, dalam definisi umum tetap dianggap sebagai sahabat? Begitu juga dengan sejarah yang merekam bahwa di antara sahabat nabi ada turut berjuang di medan Karbala. Lanjutkan membaca “Sahabat Nabi Terpilih Berada di Karbala”

Etika Mengumpulkan Harta

Berikut ini merupakan kutipan dari makalah mata kuliah Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi yang disusun bersama Abdul Badruddin, Hasanudin, dan Khairunnisa pada tahun 2008. Saya menemukan (kembali) makalah ini dan merasa sayang kalau tidak dibagikan di blog ini. Semoga bermanfaat!

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan cara yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka kabarkan kepada mereka tentang azab yang pedih

Ayat ke-30 dan ke-31 surah At-Taubah menceritakan tentang sikap kebanyakan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan para alim mereka sebagai tuhan selain Allah. Sementara ayat ke-34 di atas menceritakan bahwa selain mereka tidak pantas menjadi tuhan, mereka juga tidak pantas menjadi pemimpin. Banyak dari mereka yang menyembunyikan bukti-bukti ajaran Musa dan Yesus a.s. demi menjauhkan pengikut sejati dari jalan Allah.
Lanjutkan membaca “Etika Mengumpulkan Harta”

Arah Tepat Fatwa Khamenei

Oleh: Ahmed Al-Jarallah (editor Arab Times)

Fatwa yang dikeluarkan Ali Khamenei baru-baru ini yang mengecam penggunaan bahasa kasar terhadap istri Nabi saw. merupakan langkah yang tepat. Ini merupakan perkembangan baik yang kita tunggu sejak lama. Hal ini jelas mencerminkan kedudukan tinggi Khamenei sebagai simbol utama tidak hanya di Iran, tapi juga seluruh dunia muslim. Karena mayoritas Iran adalah pengikut Syiah, hal ini akan menjadi panduan bagi mereka untuk memadamkan ketegangan, yang beberapa orang coba untuk kobarkan di antara mazhab Islam. Orang-orang ini telah bekerja untuk melemahkan agama mereka sendiri daripada mazhab yang dituju.
Lanjutkan membaca “Arah Tepat Fatwa Khamenei”

Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?

Lama tidak berkunjung ke situs hakekat.com, saya mendapat kejutan dari salah satu artikelnya yang berjudul “Imam Maksum Shalat Sambil Mabok?” Dari judulnya, saya bisa pahami bahwa tujuannya adalah menjatuhkan derajat imam ahlulbait yang menurut mazhab Syiah adalah maksum. Menurut Syiah, para nabi sebagai pengemban risalah Allah Swt. dan para imam ahlulbait sebagai penjaganya haruslah terhindar dari kesalahan.

Hal ini berbeda dengan pendapat ahlusunah yang menganggap nabi dan imam ahlulbait tidak terlepas dari melakukan kesalahan. Pendapat ini terkesan menjadi paradoks ketika seringkali situs hakekat.com membela mati-matian sahabat nabi yang seluruhnya adil dan nyaris tanpa cacat. Dikatakan bahwa mereka yang mencela sahabat bisa menjadi kafir. Tapi justru, situs hakekat.com terang-terangan mencela sahabat nabi.
Lanjutkan membaca “Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?”