بسم الله الرّحمن الرّحيم — الحمد لله ربّ العالمين — اللّهم صلّ على محمّد وآل محمّّّد
Wanita Muslim, Wanita Kristiani, Sama-Sama Wanita
Wawancara dengan Joanna Francis (Penulis, Jurnalis USA) mengenai dunia Islam dan wanita Muslim. Seseorang yang menginspirasi wanita lintas dunia dan lintas agama…
Oleh: Mahvish Akhtar, Muslim Media News Service (MMNS)
Ceritakan pada saya sedikit tentang diri Anda… Latar belakang Anda?
Saya seorang wanita Katolik Amerika yang tumbuh sebagian besar waktunya bersama ibu tunggal saya beserta tiga kakak lelaki. Saya mengikuti sekolah Katolik tapi lulus dari sebuah universitas negeri
Bagaimana Anda bisa begitu terlibat dengan masalah Muslim?
Saya menjadi tertarik tentang persoalan Muslim setelah 11 September 2001, seperti kebanyakan orang Amerika, karena saya ingin tahu mengapa mereka sangat membenci Amerika hingga ingin membunuh kami dengan cara mengerikan dan kejam. Apa yang saya temukan, di antara sekian banyak hal, bahwa umat Muslim punya keluhan yang masuk akal dalam melawan negara saya karena kebijakan berat sebelah kami terhadap “Israel” dalam melawan bangsa Palestina.
Surat dari Seorang Kristiani untuk Wanita Muslim
Oleh: Joanna Francis © 2006 (Penulis, Jurnalis USA)
Selama serangan Israel ke Lebanon dan “perang melawan teror” Zionis, dunia Islam menjadi pusat perhatian di setiap rumah warga Amerika. Saya melihat pembunuhan, kematian dan kehancuran yang menimpa Lebanon, tapi saya juga melihat sesuatu yang lain: Saya melihat Anda. Saya tidak bisa menolong, tapi yang menjadi perhatian bahwa setiap perempuan yang saya lihat selalu menggendong bayi atau anak-anak disekelilingnya. Meskipun mereka berpakaian sederhana, kecantikan mereka tetap bersinar. Tapi bukan sekedar kecantikan lahiriah. Saya juga merasakan keanehan dalam diri saya: saya merasa iri. Saya merasa tidak senang atas kejadian mengerikan dan kejahatan perang yang rakyat Lebanon derita dan menjadi target oleh musuh kita bersama. Tapi saya hanya bisa mengagumi kekuatan, kecantikan, kesederhanaan, dan lebih dari itu, kebahagiaan kalian.
Kenali Bumi Tempat Anda Hidup!
Kenapa Bumi Diciptakan?
Dalam surah Thâha ayat 53, Alquran menyebutkan: “(Dia) yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan.”
Allamah Thabathabai dalam tafsir Al-Mîzân (14/171) menjelaskan: “Kemudian Allah menempatkan manusia di bumi untuk menghidupkan kehidupan dunia, sehingga ia dapat memperoleh ketetapan bagi kesenangannya dan kehidupannya yang agung; seperti cara seorang bayi ditempatkan dalam buaian, dan membawa naik kepada kehidupan yang lebih mulia dan berkembang…”
Dari sini kita bisa menyadari bahwa bumi telah diciptakan sebagai sebuah lahan persiapan dan alat bagi kesempurnaan manusia serta kesucian hatinya. Kelirunya, banyak orang yang tidak menjaganya untuk akhirat yang lebih baik, namun justru menghancurkannya untuk keuntungan pribadi.
Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam
Allah swt berfirman berkenaan tentang Dahwul Ardh dalam surah An-Nâzi’ât ayat 30:
“Dan ketika bumi dihamparkanNya.”
Apa itu Dahwul Ardh?
25 Dzulqa’dah (bertepatan dengan 13 November 2009) merupakan hari “Dahwul Ardh”. Menurut sebuah riwayat dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi saw., hari itu merupakan hari di mana bumi dihamparkan atau dibentangkan bagi kemaslahatan umat manusia. Kominasi “Dahwul Ardh” secara bahasa berarti “Dibentangkannya Bumi”. Dalam riwayat lain dikabarkan bahwa rahmat dan berkah pertama kali turun pada hari itu.
Puisi Negeri Para Bedebah!
Karya: Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Read more…
Israel Lebih Menghargai Tikus Ketimbang Orang Palestina!
Seorang wartawan Timur Tengah, Taufik Rahzen, menuturkan: Jalur Gaza laksana kota yang kehilangan penghuni. Lusuh dan berkabung. Bersama serombongan wartawan yang dikawal ketat tentara “Israel” IDF, saya memasuki kampung perkemahan pengungsi, Al-Burij dan Gaza City, akar gerakan intifadhah.
Saat memasuki perkemahan Al-Burij, kami seperti memasuki sebuah kewaspadaan dan penantian mutlak. Mobil kami berjalan beriringan di tengah mendung dan gerimis, berhenti di pusat kota di simpang jalan. Saya melihat kilatan mata mengintip di jendela yang dibuka tipis.
Pasang Disclaimer Mulai Saat Ini!
Hari ini saya membaca sebuah kiriman e-mail yang dialamatkan ke orang tua. Format attachment-nya adalah .doc. Setelah saya baca, saya jadi heran dan merasa pernah lihat tulisan dalam Word itu. Ya! Tulisan itu berasal dari blog saya sendiri. Tapi sayangnya, pengirim e-mail tidak mencantumkan sumber alamat tulisan itu, meskipun gambar dalam tulisan itu tertulis alamat blog ini.
Akhirnya saya bisa merasakan perasaan orang-orang yang tulisannya dikutip tanpa disertakan sumber. Tapi pengalaman ini masih “lebih baik” dibanding pengalaman Iman Brotoseno yang tulisan blognya dicuri orang untuk dijadikan buku! But actually, ini bukan pengalaman pertama. Saya pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.
Misalnya tulisan “Al-Quran Sunni-Syiah Satu; Tiada Perobahan dalam Al-Quran” di blog Islam Syiah. Saya merasa yakin tulisan itu adalah bagian dari tulisan saya tahun 2007 dengan judul Al-Quran Syiah (dulu masih pakai blog Friendster). Contohnya seperti kalimat:
Sudahkah Anda Sujud di Atas Tanah?
Awalnya saya ingin memberi judul tulisan ini “Pakai Turbah Pertama Kali di Kampus”, karena untuk pertama kalinya saya memakai turbah di kampus pada hari Sabtu. Karena di hari Sabtu pagi masjid kampus relatif sepi.
Apa itu turbah?
Turbah adalah lempengan tanah (atau tanah liat) yang dipadatkan (dikeringkan dan dibekukan) dan biasanya digunakan oleh pengikut mazhab Syiah Ahlul Bait ketika sujud saat shalat. Turbah berasal dari bahasa Arab, turab, yang berarti debu atau lumpur. Bentuknya bermacam-macam; bulat, kubus, segi delapan atau persegi panjang. Beberapa turbah dihiasi ukiran asma Allah swt, Ahlul Bait, atau bentuk kubah masjid. Terkadang ada orang yang membalikkan turbah (sisi ukiran berada di bawah) agar lebih nyaman di dahi saat sujud.
Prof. DR. Umar Shihab: “Saya Bukan Pembela Syiah, tapi Pembela Kebenaran”
Prof. DR. KH. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat), pekan lalu bersama rombongan mengunjungi Iran kurang lebih selama seminggu atas undangan Organisai Ahlul Bait Internasional. Beliau sangat terkesan dalam kunjungan singkatnya tersebut karena dapat melihat dari dekat suasana spiritual dan semangat kehidupan keberagamaan di Iran serta usaha keras para ulama Iran dalam mewujudkan persatuan antara sesama Muslim dan pendekatan antara pelbagai mazhab Islam.
Saat bertemu dengan para pelajar Indonesia di Qom (Selasa, 13 Oktober 2009) beliau tidak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika mendapatkan kesempatan dan taufik dari Allah Swt untuk berziarah pertama kalinya ke makam kakek beliau, Imam Ali Ar-Ridha. Bagi beliau, sosok Imam Ar-Ridha adalah teladan bagi seluruh umat Islam.
Mau Daftar Klub Poligami? Entar Dulu…
Tadi waktu nunggu giliran potong rambut, saya baru baca koran yang isinya tentang pendirian sebuah klub. Bukan klub sepak bola, tapi malah Klub Poligami Indonesia. Klub poligami ini di-lauching pada malam minggu tanggal 17 Oktober 2009 dan dihadiri 150 orang.
Para tamu undangan yang datang di antaranya dari Papua, Jakarta, Tasikmalaya dan Garut. Dalam peresmian tersebut, hadir juga ketua klub poligami Malaysia Global Ikhwan Chodijah Binti Am. Acara malam itu bertema “Poligami Obat: Mujarab Untuk Mendapatkan Cinta Allah.”
Ketua Global Ikhwan Chodijah Binti Am mengatakan, klub poligami tersebut awal mulanya diresmikan di Malaysia. Lalu didirikan cabang klub poligami di Indonesia. “Sebelum meresmikan klub poligami di Bandung, saya sudah berkeliling Indonesia untuk menyampaikan misi tentang poligami,” katanya ketika dihubungi ANTARA.











Komentar Kamu...!