Hikayat Hasan dan Husain

Membaca Jejak Syiah dalam Naskah Klasik Masyarakat Aceh

Berbeda dengan relief atau candi yang mudah menarik perhatian, naskah klasik tampil memprihatinkan. Kertas robek berwarna kuning kecokelatan dan tinta hitam yang sudah memudar. Namun, naskah klasik merupakan peninggalan lampau dengan kandungan berharga. Ia memberi gambaran sejarah yang bermakna bagi generasi masa depan. Di antara naskah yang ditulis para pendahulu masyarakat Pidie, Aceh, adalah Kisah Hasan dan Husain serta Nūr Muḥammad.

Lanjutkan membaca “Membaca Jejak Syiah dalam Naskah Klasik Masyarakat Aceh”

Ratapan Duka Pengikut Ahlusunah di Bulan Muharam

Obaid Zia adalah suni. Keluarganya juga suni. Mereka semua mencintai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali. Mereka mengimaninya sebagai khulafaur rasyidin. Mereka percaya Aisyah sebagai teladan bagi istri nabi saw. Itulah keyakinan mereka; dan mereka bukanlah pengikut Syiah. Sebagai muslim, mereka mencintai nabi saw. dan mencintai orang-orang yang dicintai oleh nabi saw. Lanjutkan membaca “Ratapan Duka Pengikut Ahlusunah di Bulan Muharam”

Dilema Suni-Syiah (9): Kehidupan di Mesir

Dukungan warga Amerika Serikat kepada Raya Shokatfard, wanita asal Iran, untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi semakin besar. Mereka juga mendukung Raya untuk mencari media yang tepat dalam melawan stereotip terhadap Islam. Hanya ada satu cara. Raya harus menyelam ke dalam pendidikan media dan mempraktikkannya. Raya berhasil mendapatkan gelar sarjana dalam bidang jurnalisme dan media massa dari sebuah universitas Amerika Serikat. Dilanjutkan dengan pencarian gelar master dari The American University di Kairo. Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (9): Kehidupan di Mesir”

John: Kisah Heroik Mualaf Afrika di Perang Karbala

Bagaimana John, mualaf asal Afrika, bisa berjuang bersama cucu nabi di Karbala, Irak? Kisah bermula dari awal dakwah Rasulullah saw. di Mekah yang menghadapi perlawanan sengit kelompok musyrik. Satu per satu pengikut Rasulullah dibunuh. Melihat risalah dan ajaran Islam mendapatkan perlawanan di tanah kelahiran, Rasulullah mengutus Jafar bin Abi Thalib hijrah ke Ethiopia. “Di sana engkau akan bertemu raja Nasrani yang baik. Sampaikanlah firman Allah.”

Lanjutkan membaca “John: Kisah Heroik Mualaf Afrika di Perang Karbala”

Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad

Berapa jumlah terbanyak umat muslim yang mendatangi Mekah pada musim haji bulan Zulhijah? Hanya sekitar tiga juta orang. Dua bulan setelahnya di bulan Safar, puluhan juta manusia mengarahkan diri mereka ke kota Karbala, Irak. Lima tahun lalu, angka pengunjungnya masih sekitar 10 juta orang. Tapi kini pada tahun 2014, jumlahnya diperkirakan meningkat melebihi 20 juta manusia seolah sebagai bentuk aksi menantang terorisme ISIS. Mengapa jumlahnya bisa melebihi peziarah haji? Lanjutkan membaca “Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad”

Brahmana Hindu dan Imam Husain di Karbala

Ketika tersiar kabar para teroris salafi berencana untuk menyerang makam Imam Husain di Karbala, surat kabar India Sahafat (Mumbai, 27 Juni 2014) melaporkan bahwa lebih dari 125 penganut agama Hindu bergabung bersama ribuan suni dan pengikut Syiah yang telah mendaftarkan nama mereka untuk berkunjung ke Karbala, Irak, demi melindungi makam Husain bin Ali.[1] Siapa dan mengapa pemeluk agama Hindu membela cucu Nabi Muhammad saw?
Lanjutkan membaca “Brahmana Hindu dan Imam Husain di Karbala”

Shahrbanu: Relasi Islam dan Persia di Iran

Tulisan Saudara Jumal Ahmad[1] yang mengangkat tema pernikahan Imam Husain dengan seorang putri raja Persia menarik perhatian. Meski menggabungkan tema tersebut dengan beberapa tema lain yang sudah biasa dituduhkan kepada Syiah sekaligus dijawab oleh ulama Syiah—seperti ratapan saat Asyura, caci maki terhadap sahabat, atau kekeliruan terhadap pemahaman imamah—namun muatan utama tulisan tersebut adalah anggapan bahwa riwayat pernikahan tersebut dibuat oleh Syiah untuk melegitimasi akidahnya dan berdusta atas nama ahlulbait. Lanjutkan membaca “Shahrbanu: Relasi Islam dan Persia di Iran”

Pesan untuk Pembunuh Peziarah Karbala

Hampir setiap tahun di bulan suci Muharam seperti saat ini, atau di saat peringatan Asyura dan Arbain, para teroris meledakkan bom di tengah-tengah peziarah Imam Husain bin Ali. Semua bom ini diledakkan di area berpenduduk Syiah. Meskipun tinggal di sebuah negara dengan mayoritas penduduknya adalah Syiah, mereka tetap wafat karena sebuah keyakinan. Lanjutkan membaca “Pesan untuk Pembunuh Peziarah Karbala”

Siapakah Sejatinya Imam Husain bin Ali?

Di bulan Muharam menjelang Asyura seperti saat ini, ketika sebagian umat muslim akan mengenang wafatnya cucu nabi Husain bin Ali, muncul beberapa pertanyaan dari sebagian muslim yang lain. Mengapa mengkultuskan Husain? Mengapa berlebihan dengan memperingati wafatnya Husain? Mengapa tidak pula memperingati wafatnya nabi saw.? Bukankah semua ini tidak pernah dilakukan nabi? Sebagian pertanyaan memang tulus diajukan, tapi sebagian lainnya dipaksakan untuk ditanyakan.

Pertanyaan tulus tersebut diajukan karena memang sebelumnya mereka yang bertanya tidak tahu dengan jelas bahkan siapa nama cucu nabi? Bagaimana kehidupannya? Mengapa cucu nabi harus dibunuh? Lalu mengapa harus diperingati setiap tahunnya? Tapi sebagian lainnya bertanya justru untuk menutupi fakta tersebut dan melupakannya dengan beragam dalil dan dalih. Meskipun fakta sudah jelas diungkapkan, sebagaimana ditemukan beberapa riwayat tentang Karbala dalam kitab hadis.
Lanjutkan membaca “Siapakah Sejatinya Imam Husain bin Ali?”